Sejarah Kain Taslan Dan Keunggulannya

Bahan Taslan – Kain yang satu ini memang diproduksi dengan menggunakan teknologi canggih masa kini dan berkaitan dengan nanoteknologi. Dengan menggunakan teknologi yang satu ini, memang memungkinkan manusia untuk memanipulasi struktur permukaan dari semua material.

Pakaian Bahan Taslan
Pakaian Bahan Taslan

Jadi bisa diaplikasikan pada kain Taslan. Oleh karena itu, kain ini memiliki sifat tahan air di permukaannya. Jadi pengguna tidak akan basah, bahkan jika itu dituangkan dengan air ke dalam ember, apalagi satu gelas.

Selain tahan air, kanvas ini memiliki penyempurnaan lain yang anti jamur. Jadi jika rumah Anda memiliki tingkat kelembaban yang tinggi atau mungkin pakaian Anda seperti itu, menyimpan pakaian Anda dengan bahan-bahan berbasis Taslan akan menghindari kekhawatiran tentang jamur.

Keuntungan lain yang ditawarkan oleh kain Taslan adalah sifat anti-minyaknya. Ini memudahkan pengguna untuk mencuci pakaian. Karena itu, Anda tidak perlu khawatir menggunakan penghilang noda minyak saat menggunakan pakaian dengan bahan dasar ini.

Kain Taslan ini lebih mudah kering daripada kain katun. Jadi kanvas tunggal ini sangat cocok untuk digunakan oleh para atlet dan bahkan seragam olahraga. Beberapa kain Taslan dengan harga premium akan memiliki sifat yang sangat nyaman ketika disentuh oleh kulit.

Tekstur kain berkualitas ini umumnya lembut dan juga terlihat sangat alami atau mirip dengan kapas, sehingga berbeda dari kain sintetis lainnya. Selain teksturnya, kain ini memiliki elastisitas tinggi, sehingga bisa sangat nyaman dipakai oleh siapa saja dan kelompok umur apa pun.

Bahan yang satu ini sangat aman digunakan di badan, karena bersifat menjaga kelembapan yang berlebihan pada badan. Kain ini juga mampu membuat kulit bernapas dengan baik, sehingga membuat badan menjadi lebih bugar selepas berolahraga.

bahan kain taslan

Sejarah Kain Taslan

Awalnya Taslan merupakan salah satu metode bulking dan juga pembuatan benang dengan memanfaatkan tekanan udara. Metode ini pertama kali dimiliki oleh merek dagang DuPont dan pertama kali pembuatannnya dicatat pada 19 Oktober 1954.

Proses pembuatan benang yang satu ini sangat mudah dan sederhana yang mana memasukkan untaian benang filament yang panjang ke dalam nozzle jet kecil dengan berbagai macam jumlah slack. Tekanan udara yang digunakan adalah di atas 100 psi.

Tekanan setinggi itu dapat diciptakan dengan menggunakan sebuah penyedot dan juga aliran udara turbulen yang membuat benang filament menjadi benang. Metode ini mampu menciptakan benang dengan karakteristik benang pintal dengan menggunakan teknologi manual yang ada di zaman dahulu.

Metode pembuatan benang itu disebut dengan metode Taslanising. Jadi metode produksi yang ada saat ini hanya tinggal memperbaiki atau memodifikasi dari benang yang sudah dibuat pada tahun 1954 itu.

Jika Anda sangat tertarik mengenai cara produksi dari kain yang satu ini, Anda bisa saja mencoba membaca salah satu jurnal karangan FC Bagnall tahun 1956.

Bila kamu ingin mengetahui lebih jauh tentang karakteristik, tekstur, kelebihan, kekurangan dan juga harga jenis kain kamu bisa cek informasinya di web seperti olympics30.com atau situs lain yang membahas tentang kain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *