Pesona Indah Masjid Megah Di Mamuju

Masjid Al Madaniah

Terletak tepat di seberang Parlemen Daerah Mamuju Utara, Masjid Al Madaniah Pasangkayu cukup megah. konstruksi ikon keagamaan dalam dimensi ini menghabiskan biaya puluhan miliar rupiah.

Masjid Al Madaniah memiliki dua menara setinggi sekitar 50 meter dan menyimpang dari Alquran kuno yang berusia ratusan tahun.

Pesona Indah Masjid Megah Di Mamuju

Di belakang kemegahan Masjid Al Madaniah adalah jejak sejarah pertempuran Agus Ambo Djiwa, yang saat ini menjabat sebagai bupati dari dimensi dua dimensi, yang ingin membangun jemaah bagi umat Islam di dimensi itu. Jual Kubah Masjid Di Mamuju

Masjid Al Madaniah ini adalah salah satu bagian dari strategi pertempuran saya dengan berbagai perlawanan kepada saya, Mohammed Saal, salah satu ikonik dalam masa pembangunan dan juga telah menyediakan fasilitas ibadah di sekitar kompleks kantor Bupati dari masa awal hingga periode Bagian 11 yang Andal.” Bupati Agus Ambo Djiwa mengatakan.

Masjid Jami Nurul Muttahidah

Sekilas, tidak ada yang istimewa tentang Masjid Jami Nurul Muttahidah di Jalan Yos Sudarso, Mamuju. Bangunan masjid yang lebih modern tidak berarti bahwa masjid tersebut adalah salah satu masjid tertua di ibukota provinsi Sulawesi Barat.

Tetapi jika Anda menelusuri sejarah, masjid ini memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan Islam di Mamuju.

Abdul Muin Saleh (79 tahun), seorang tokoh masyarakat setempat dan mantan imam masjid, mengatakan Masjid Jami Nurul Muttahidah dibangun pada tahun 1928 dan diprakarsai oleh tokoh masyarakat Kayulangka, Binanga dan Kasiwa.

Saat itu, mereka berkonsultasi untuk membangun masjid pertama di Mamuju. Oleh KH Muhammad Thahir atau lebih dikenal dengan Imam Lapeo, cendekiawan agama Muslim di wilayah Sulawesi Barat, mereka disarankan untuk membangun masjid di Kayulangka.

Imam Lapeo menunjuk ke lokasi Kayulangka, tepat di tepi Pantai Mamuju, sebagai situs untuk membangun masjid. Awalnya hanya surau 10 x 10 meter dengan dinding kayu dan bambu dan atap anyaman stroberi yang direnovasi dari waktu ke waktu, “kata Abdul Muin.

Pada tahun 1950, Masjid Jami Nurul Muttahidah juga menjadi saksi bisu pemberontakan Darul Islam / Tentara Islam Indonesia (DI / TII) di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Kahar Muzakkar. Pada saat itu, gerilya DI / TII menyerbu Kayulangka dan menyebabkan kebakaran desa.

Masjid Al-Quba

Pemerintah Kabupaten Mamuju melanjutkan safari Ramadhan di kabupaten Mamuju untuk menyampaikan pesan agama kepada warganya.

Kali ini, Safari Ramadhan diadakan di Masjid Al-Quba Kasiwa, Jl Yos Sudarso, Desa Binanga, Distrik Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Masjid Al-Quba di Kota Mamuju adalah masjid yang sangat megah yang terletak di tengah laut Teluk Mamuju. Masjid Al-Alam pada saat pasang surut masjid ini benar-benar terlihat seperti di atas. laut Teluk Mamuju mengapung. Desain bangunan masjid ini mengingatkan pada bangunan yang indah di seluruh dunia.

Lihat saja empat menara di empat sudut Masjid Al-Quba yang sangat mirip dengan Menara Burj Al-Arab di Jumeirah-Dubai, Uni Emirat Arab, sementara falsad bangunan masjid juga agak mengingatkan pada Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin atau juga dikenal sebagai Masjid Besi di Putrajaya, ibukota (baru) Malaysia.

Masjid Al-Quba kini telah menjadi ikon baru, yang semuanya terletak di kota Mamuju, di provinsi Sulawesi Barat, dan juga telah menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi penduduk kota Mamuju. Kehadiran masjid ini setidaknya dapat berkontribusi pada deretan masjid-masjid indah di Kota Mamuju.

Masjid Al-Quba di Perkiirakan dapat menampung kurang dari 10.000 jemaah, dengan asumsi pangkalan berada di lantai pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *